Senin, 18 Januari 2016

Aliansi Uni Eropa, Afrika, Karibia & Pasifik utk loloskan kesepakatan iklim

Uni Eropa sudah mencetak aliansi bersama 79 negeri Afrika, Karibia & Pasifik dalam business akhir buat mendorong tercapainya kesepakatan dalam konferensi perubahan iklim COP21 di Paris, Prancis. 
Aliansi baru ini sudah menyetujui posisi dgn menyangkut jumlahnya elemen yg paling memecah belah dalam kesepakatan yg diusulkan. 
Mereka mengemukakan kesepakatan Paris mesti bersifat mengikat dengan cara hukum, inklusif & adil, pula ditinjau tiap-tiap lima th. 
Uni Eropa bakal membayar 475 juta euro (Rp7,1 triliun) buat beri dukungan aksi-aksi iklim di negara-negara relasi hingga bersama thn 2020. 
Aliansi ini serta setuju bahwa isikan kesepakatan Paris mesti menyertakan "transparansi & system akuntabilitas" buat mengikuti kemajuan negeri menyangkut ikrar mereka buat iklim, & sharing mengenai praktik paling baik. 
Teramat utama 
Perundingan yg tengah diadakan di Le Bourget, Prancis, sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan sejak perumusan mengisi kesepakatan disetujui oleh seluruh pihak terhadap hri Sabtu (5/12). 
Pengumuman dari Uni Eropa ini bisa saja bakal mendorong kesempatan tercapainya kesepakatan. 
"Sangatlah utama bahwa kepada step negosiasi ini, 79 negeri dari Afrika, Karibia & Pasifik pun 28 negeri Eropa sudah bersatu utk memperjuangkan tercapainya kesepakatan yg amat ambisius dalam konferensi perubahan iklim," kata komisaris iklim Uni Eropa Miguel Arias Canete. 
"Kami memandang amat utama utk bersatu dalam posisi ini. Dahulu kami bersatu di Durban (2011) & waktu ini kami bersatu serta."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar